Selasa, 01 Juli 2014

Film Kita



Film Horor, Hantunya? Atau Seksnya?
Bener ya..yang dibilang Raditya Dika, ada apa dengan perfilman Indonesia??? Khususnya di film-film horor.  Semua hantu di eksploitasi. Pocong, kuntilanak, genderwo, sundel bolong, tuyul, dan sebagainya..semua dijadikan peran utama dalam sebuah film, tanpa memikirkan perasaan “hantu” itu sendiri.
Yang nonton film itu kan bukan manusia aja...hantu aslinya juga nonton (bagi yang punya tv). Sekilas pernah kepikiran... apa jadinya kalo kita bisa baca status-status hantu itu di media-media sosialnya??? Mungkin diantaranya “sialan manusia, mencemarkan nama baik kuntilanak” atau “wah!!!! Tayangan ini bakal bikin wibawa pocong berkurang” atau malah statusnya genderwo yang bilang “woooyyy!!! Setttan lu!! Salah apa gua ama elu ampe lu liatin ke orang-orang muka gua yang jelek, gua kagak sejelek entu” hahaha... Ngebatin pasti mereka. Memendam perasaan yang sulit diungkapkan pada manusia.
Ada yang tahu? Atau bahkan ada yang pernah nonton film “Setan Mupeng” ? pemeran utamanya adalah Mr. Pocong and Ms. Kunti. Dalam film ini mereka dipasangkan sebagai pasangan mesum.. Hina nggak tuh??? Padahal, mereka sebenarnya bukan pasangan suami istri. Coba bayangkan gimana hancurnya perasaan Mr. Pocong and Ms. Kunti yang asli? Belum lagi tayangan ini disaksikan oleh para tuyul yang notabene setan yang masih balita. Apa gak bahaya tuh buat masa depan bangsa tuyul??hihihi...
Selain aksi memukau dari para pemeran setan, ada daya tarik lain dalam film-film horor di Indonesia, apa itu?? “cewek sekkkssiiiii...” Entah apa hubungannya, antara hantu dengan cewek seksi??? Kayaknya gak nyambung deh, gak ada hubungannya.
Nah.. jika aksi-aksi hantu yang diperankan, banyak merugikan bangsa hantu itu sendiri, bahkan mengancam generasi masa depan mereka, yaitu tuyul. Maka aksi cewek-cewek seksi pun gak kalah merugikannya bagi pihak manusia dan mengancam generasi muda kita.
Produksi film horor memang gak ada habisnya, malah terus berkembang karena banyak diminati oleh konsumen. Alih-alih nonton film horor, padahal yang ditunggu-tunggu adalah cewek seksi dan adegan seksnya.
Para penulis naskah, para produser... bisa gak sih berkarya tanpa merusak???? Tolong donk..Sekali-kali bikin film hantu yang rajin belajar, dengan peran manusianya yang rajin shalat.. gitu, terus dikemas semenarik mungkin biar tetap diminati semua kalangan untuk nonton film itu.
Memang, pasti ada pesan positif yang tersirat dalam film itu, tapiiii....heyyylooowwww..... Orang jaman sekarang tu yang diikutin malah yang salahnya aja.. kenapa? Karena setiap hal yang salah, dalam film justru terlihat lebih menarik untuk dicoba, lebih menarik untuk diikuti daripada yang benernya. Apakah sengaja dikemas begitu?
Karena disadari atau nggak, hal-hal baru justru didapatkan dari film-film di televisi lalu diikuti oleh penontonnya dan menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat.
 baiknya sebuah lembaga yang mengatur tentang perfilman bisa memperbaiki hal ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar