Film Horor,
Hantunya? Atau Seksnya?
Bener ya..yang dibilang Raditya Dika, ada apa dengan perfilman
Indonesia??? Khususnya di film-film horor. Semua hantu di eksploitasi. Pocong,
kuntilanak, genderwo, sundel bolong, tuyul, dan sebagainya..semua dijadikan
peran utama dalam sebuah film, tanpa memikirkan perasaan “hantu” itu sendiri.
Yang
nonton film itu kan bukan manusia aja...hantu aslinya juga nonton (bagi yang
punya tv). Sekilas pernah kepikiran... apa jadinya kalo kita bisa baca
status-status hantu itu di media-media sosialnya??? Mungkin diantaranya “sialan manusia, mencemarkan nama baik
kuntilanak” atau “wah!!!! Tayangan ini
bakal bikin wibawa pocong berkurang” atau malah statusnya genderwo yang
bilang “woooyyy!!! Setttan lu!! Salah apa
gua ama elu ampe lu liatin ke orang-orang muka gua yang jelek, gua kagak
sejelek entu” hahaha... Ngebatin pasti mereka. Memendam perasaan yang sulit
diungkapkan pada manusia.
Ada yang tahu? Atau bahkan ada yang pernah nonton film “Setan
Mupeng” ? pemeran utamanya adalah Mr. Pocong and Ms. Kunti. Dalam film ini
mereka dipasangkan sebagai pasangan mesum.. Hina nggak tuh??? Padahal, mereka
sebenarnya bukan pasangan suami istri. Coba bayangkan gimana hancurnya perasaan
Mr. Pocong and Ms. Kunti yang asli? Belum lagi tayangan ini disaksikan oleh
para tuyul yang notabene setan yang
masih balita. Apa gak bahaya tuh buat masa depan bangsa tuyul??hihihi...
Selain aksi memukau dari para pemeran setan, ada daya tarik lain
dalam film-film horor di Indonesia, apa itu?? “cewek sekkkssiiiii...” Entah apa
hubungannya, antara hantu dengan cewek seksi??? Kayaknya gak nyambung deh, gak
ada hubungannya.
Nah.. jika aksi-aksi hantu yang diperankan, banyak merugikan
bangsa hantu itu sendiri, bahkan mengancam generasi masa depan mereka, yaitu
tuyul. Maka aksi cewek-cewek seksi pun gak kalah merugikannya bagi pihak
manusia dan mengancam generasi muda kita.
Produksi
film horor memang gak ada habisnya, malah terus berkembang karena banyak
diminati oleh konsumen. Alih-alih nonton film horor, padahal yang
ditunggu-tunggu adalah cewek seksi dan adegan seksnya.
Para penulis
naskah, para produser... bisa gak sih berkarya tanpa merusak???? Tolong donk..Sekali-kali
bikin film hantu yang rajin belajar, dengan peran manusianya yang rajin
shalat.. gitu, terus dikemas semenarik mungkin biar tetap diminati semua
kalangan untuk nonton film itu.
Memang, pasti ada pesan positif yang tersirat dalam film itu, tapiiii....heyyylooowwww..... Orang jaman sekarang
tu yang diikutin malah yang salahnya aja.. kenapa? Karena setiap hal yang
salah, dalam film justru terlihat lebih menarik untuk dicoba, lebih menarik
untuk diikuti daripada yang benernya. Apakah sengaja dikemas begitu?
Karena disadari atau nggak, hal-hal baru justru didapatkan dari
film-film di televisi lalu diikuti oleh penontonnya dan menjadi kebiasaan baru
bagi masyarakat.
baiknya sebuah
lembaga yang mengatur tentang perfilman bisa memperbaiki hal ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar