Moneypolitic
Sah? Atau Tidak? Entahlah.. yang jelas itu sudah lumrah dilakukan
oleh para pemeran politik. Masayarakat sebenarnya menolak keras hal ini, tapi
pada kondisi-kondisi tertentu mereka juga melakukannya. Hehehehe.... gak
konsisten ya..
Bukan main lho dampaknya.. Nyook kita ulas sekelumit “penderitaan” sebagai akibat dari moneypolitic yang terjadi di negara kita.
Secara tidak
langsung terjadi diskriminasi antara si
kaya, si kurang kaya, dan si tidak kaya alias si miskin(hihihi..gue misalnya...). Dibidang militer, ada salah satu teman, mendaftarkan diri menjadi
polisi.. namun sayang dia harus gagal.. bukan karena kurang tinggi, bukan
karena kurang potensi.. dia bilang “Gua gagal, gara-gara kurang kaya!!! kurang
kasih pelumas ama atasannya. Jadi kalah saingan tuh ama para milioner”.
Nah lho???? Pelumas disini kita faham artinya uang, yang melancarkan segala urusan,
termasuk hal beginian. Dibidang pendidikan, ceritanya dibidang
ini penuh dengan orang-orang berpendidikan dan bertugas untuk mendidik siswa
agar menjadi “manusia”. Coba kita lihat, siswa pandai, bertalenta, ditolak oleh
pihak sekolah impiannya dengan alasan “Maaf, kursi/kuota sudah penuh”. Tapi
di akhir kalimatnya aneh “bisa saja kami paksakan 1 kursi untuk anak
bapak, asal bapak ada pengertian”. Tuuuuhhhh
“pengertian” Apa maksudnya? kalau bukan minta uang tambahan!!! Inikah sistem
pendidikan yang mendidik????.
Nah pekan lalu kita menyaksikan bersama Pesta Demokrasi. Para
caleg membagi-bagikan amplop berisi uang agar masyarakat memilihnya. Masyarakat
juga kan punya pegangan..maksudnya pegang partai yang ngasih amplop paling gede.
Hehehe.. tul gak? Tul kan? Tul donk..
sebagian masyarakat nyeleneh “Ah pokoknya yang paling gede isinya yang
bakal kita pilih” Berarti moralitas dan kualitas sudah bukan menjadi
prioritas. Tidak perlu disebutkan satu-persatu kasus disetiap bidang, saya rasa
kita sudah tahu, banyak hal demikian sering terjadi dan hampir dianggap lumrah.
Apa tidak hawatir? Kondisi seperti ini nantinya jadi boomerang bagi kita sendiri? Betapa tidak?
Negara kita dipimpin oleh orang yang kurang berkualitas dari segi ilmu
pemerintahan atau ilmu kepemimpinannya. Negara kita diisi oleh pemuda-pemuda selenge’an, yang hanya duduk manis dan malas karena
beranggapan “.. tenaaaang.. bokap gue punya duit”. Hayooo...Gimana nasib bangsa Indonesia???
Apa nanti
akan tiba saatnya dimana orang-orang bermoral, orang-orang berpotensi, harus
dimusiumkan? THE MESEUM OF QUALITY HUMAN “musium
orang-orang berkualitas” (Gue pasti salah satu penghuni musiumnya..hehe)
Lantas solusinya??? Solusi yang paling efektif menurut
saya adalah Pemimpin yang berevolusi.hehehe… Iya maksudnya, semua harus berawal
dari pemimpinnya. Ini hasil survey lho.. Ketika seorang pemimpin berani dengan
tegas menolak itu semua, maka insyaallah deh
bawahan mah ngikut teruussss. Yang
Uptodate sekarang ni lagi pemilihan Capres Cawapres kan??? Nah…yuk lah kita
milih, benar-benar gunakan hak suara kita untuk menentukan nasib bangsa. Ini
kan bangsa kita, bukan bangsa si Capres atau si Cawapres..
Bismillahirrahmanirrahiim…BLOSS!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar