Selasa, 01 Juli 2014

Menyikapi kesalahan



Dear sahabat2ku yang dicintai Allah..

Anda seorang pimpinan?
Anda seorang yang dipimpin?

Ketika saya melakukan kesalahan, saya lebih nyaman diberi nasehat daripada di caci-maki.
Ketika orang lain mencaci-maki atas kesalahan saya, saya lebih memilih menutup telinga rapat-rapat dan
semua tidak berubah saat mereka selesai mencaci-maki.

Lain kondisinya jika mereka memberi saya nasehat atas kesalahan yang saya buat, saya mendengarkannya dengan baik, memikirkannya, dan ada keinginan untuk memperbaiki.

Sahabatku.. setiap orang selalu ingin dihargai atas jerih payah yang dilakukan, menghargai bukan berarti selalu membenarkan atau memberi komentar bagus. Jika memang salah, katakan salah hanya saja gunakan kata yang baik dan nyaman untuk dia dengar.
Mencaci-maki bukan jalan terbaik ketika kita memergoki seseorang melakukan kesalahan.
Nah..karena saya tidak suka dicaci-maki meskipun saya salah, maka saya belajar untuk tidak mencaci-maki siapapun ketika ada yang salah.
Mungkin mereka memang pantas dicaci, mereka pantas dimaki untuk setiap kesalahan yang mereka lakukan, tapi merekapun layak dihargai atas pekerjaan yang sudah dilakukan.

Sahabatku yang bijaksana..Mari, kita coba menghargai..meski kita mampu untuk mencaci..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar